Ada kebahagiaan yang bersemayam dalam qolbu. Ada ketenangan yang menggurat kuat dalam jiwa. Itulah pengakuan seseorang yang hafal Quran.
Hal tersebut sesuai dengan sebuah hadits.
“Jadikanlah Al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya di dadaku, pelenyap kegundahanku, dan penghilang kesedihanku.” (HR. Ahmad)
Betapa kita membutuhkan Al Quran.
Di tengah hiruk pikuk dunia ini, di antara riak gelombang kehidupan, jiwa ini membutuhkan kesejukan.
Dan betapa mudahnya mendapatkan kesejukan itu. Bukalah Al Quran. Bacalah. Tadaburi. Amalkan sedapat mungkin.
Maka perlahan-lahan kesejukan itu turun ke dalam qolbu...
”Adakah diantara kalian yang suka berangkat pagi-pagi ke lembah Buthan atau ke lembah Aqiq setiap hari...
kemudian mendapatkan dua onta yang gemuk dan memiliki punuk yang tinggi dengan tidak berbuat dosa dan memutuskan tali silaturrahim?”
Kami mengatakan : wahai rasulullah kami sangat suka itu.
Beliau bersabda:”Tidakkah salah seorang diantara kalian ingin berangkat pagi-pagi ke masjid kemudian dia mempelajari atau membaca dua ayat dari Al Qur’an karena itu lebih baik dari pada dua onta, tiga ayat lebih baik dari tiga onta,empat ayat lebih baik dari empat onta, dan lebih baik sesuai dengan hitungan hitungan onta.”(HR.Muslim)
”Sungguh diantara amalan dan kebaikan orang mu’min yang akan mengikutinya walaupun dia sudah meninggal adalah:
maka itu semua akan mengikutinya walaupun dia sudah meninggal.”(HR.Ibnu Majah)
Betapa mudahnya Allah menawarkan pahala kepada hamba-hamba-Nya. Dan betapa bahagianya seorang muslim yang telah meninggal akan tetapi pahalanya senantiasa mengalir kepadanya.
Mengajarkan Al Quran artinya mengajarkan ilmu. Dan ilmu dalam Al Quran bukan hanya menghantarkan manusia menuju kebahagiaan duniawi saja...
...melainkan bisa menghantarkan kita menuju kebahagiaan ukhrowi.
Maka siapapun yang telah dianugerahi oleh Allah kepandaian tentang Quran: baik bacaannya maupun isi kandungannya, sudah sepantasnya mengambil kesempatan yang Allah tawarkan ini.
"Orang yang paling baik di antara kalian adalah yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya".
(Hadits shahih, riwayat Al-Bukhari, Abu Dawud, Al-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Darimi).
Hal tersebut sesuai dengan sebuah hadits.
“Jadikanlah Al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya di dadaku, pelenyap kegundahanku, dan penghilang kesedihanku.” (HR. Ahmad)
Betapa kita membutuhkan Al Quran.
Di tengah hiruk pikuk dunia ini, di antara riak gelombang kehidupan, jiwa ini membutuhkan kesejukan.
Dan betapa mudahnya mendapatkan kesejukan itu. Bukalah Al Quran. Bacalah. Tadaburi. Amalkan sedapat mungkin.
Maka perlahan-lahan kesejukan itu turun ke dalam qolbu...
Belajar Al Quran dan Mengajarkan Al Quran Lebih Baik Daripada Dunia
Rasulullah keluar sedang kami berada di Suffah(tempat yang terdapat di masjid Nabawi untuk mengumpulkan sahabat yang berhijrah ke Madinah yang belum memiliki tempat tinggal) beliau bersabda:”Adakah diantara kalian yang suka berangkat pagi-pagi ke lembah Buthan atau ke lembah Aqiq setiap hari...
kemudian mendapatkan dua onta yang gemuk dan memiliki punuk yang tinggi dengan tidak berbuat dosa dan memutuskan tali silaturrahim?”
Kami mengatakan : wahai rasulullah kami sangat suka itu.
Beliau bersabda:”Tidakkah salah seorang diantara kalian ingin berangkat pagi-pagi ke masjid kemudian dia mempelajari atau membaca dua ayat dari Al Qur’an karena itu lebih baik dari pada dua onta, tiga ayat lebih baik dari tiga onta,empat ayat lebih baik dari empat onta, dan lebih baik sesuai dengan hitungan hitungan onta.”(HR.Muslim)
Belajar Al Quran Sebagai Salah Satu Pundi-Pundi Pahala Yang Terus Mengalir
Dari Abu Hurairah dia mengatakan Rasulullah bersabda:”Sungguh diantara amalan dan kebaikan orang mu’min yang akan mengikutinya walaupun dia sudah meninggal adalah:
- ilmu yang ia ajarkan,
- anak sholeh yang ia tinggalkan,
- mushaf yang ia wariskan,
- masjid yang ia bangun,
- tempat tinggal para ibnu sabil yang ia bangun,
- sungai yang ia alirkan airnya,
- hartanya yang ia sedekahkan ketika ia masih hidup dan dalam keadaan sehat
maka itu semua akan mengikutinya walaupun dia sudah meninggal.”(HR.Ibnu Majah)
Betapa mudahnya Allah menawarkan pahala kepada hamba-hamba-Nya. Dan betapa bahagianya seorang muslim yang telah meninggal akan tetapi pahalanya senantiasa mengalir kepadanya.
Mengajarkan Al Quran artinya mengajarkan ilmu. Dan ilmu dalam Al Quran bukan hanya menghantarkan manusia menuju kebahagiaan duniawi saja...
...melainkan bisa menghantarkan kita menuju kebahagiaan ukhrowi.
Maka siapapun yang telah dianugerahi oleh Allah kepandaian tentang Quran: baik bacaannya maupun isi kandungannya, sudah sepantasnya mengambil kesempatan yang Allah tawarkan ini.
Belajar Dan Mengajarkan Al Quran Akan Digolongkan Sebagai Manusia Terbaik
Dari 'Usman bin 'Affan ra, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda,"Orang yang paling baik di antara kalian adalah yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya".
(Hadits shahih, riwayat Al-Bukhari, Abu Dawud, Al-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Darimi).
Komentar
Posting Komentar