Suatu ketika, Allah menimpakan musibah untuk diriku..
air mata lah yang menjadi suri peneman hidupku.
Tatkala mencari ruang untuk mencari kekuatan, air Mata juga lah yang menjadi penawar tiap kedukaan yang menyapaku. Air mata sering tumpah saat merasakan kesengsaraan hati yang tidak terperi.
Allah Maha Mengetahui. Hati yang keras dan kering tangisan, lebur.
Begitu berat ujian yang diberikan Allah sehingga hati yang keras telah cair dibasahi tangisan.
Menangisi kehidupan yang kian suram, menangisi cinta yang lahir dari syaitan, menangisi masa depan yang tak mampu difaham, menangisi hari-hari yang berlalu sebegitu saja, menangisi kegembiran yang berlalu di depan mata, tapi tidak mampu merasainya.
Menangisi dunia yang kian lepas dari genggaman.
Satu hari, aku mencurahkan beban dihati pada seorang sahabat. Lalu dia bertanya padaku,
"Untuk apakah dan siapakah tangisanmu sedangkan seharusnya tangisan mu di hadapan Allah?"

Komentar
Posting Komentar